Berpacaran Dengan 10 Pemuda, Seorang Siswi SMP Layani Berhubungan Badan Secara Bergilir

NTT, BKP – Sepuluh pelaku persetubuhan Siswi SMP di Kabupaten Nagekeo, NTT akhirnya berhasil ditangkap Polisi. Kesepeluh pemuda tersebut mengajak seorang Siswi SMP di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo berhubungan badan secara bergilir.

Ilustrasi Siswi SMP

Mereka berhubungan badan dengan Siswi SMP tersebut di tempat dan waktu berbeda, Para pelaku rata-rata sudah tamat SMA, sedangkan pelajar itu masih berusia 14 tahun.

Modus para pelaku adalah mengajak Siswi SMP itu berpacaran. Kini kesepuluh pemuda itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai membenarkan kasus dugaan persetubuhan anak di bawa umur yang dilakukan oleh 10 orang pemuda di Kabupaten Nagekeo.

“Benar kami sudah terima laporan dari korban yang didampingi oleh keluarganya,” kata Iptu Rifai kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa 8 Maret 2022.

Rifai menjelaskan, kasus persetubuhan anak di bawa umur tersebut terjadi pada akhir tahun lalu tepatnya pada Desember 2021 di salah satu kos-kosan di salah satu desa di Kecamatan Nangaroro.

Setelah melakukan aksi bejat di kos-kosan tersebut, para terduga pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya di salah satu rumah yang berada di desa yang sama pada 14 Februari 2022 lalu dengan modus pacaran di hari valentine.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Nagekeo pada tanggal 7 Maret 2022 kemarin oleh korban yang didampingi anggota keluarganya.

Atas pengaduan dari korban tersebut, pihak Kepolisian Resort Nagekeo dibantu Satreskrim Polres setempat langsung mengamankan para pelaku.

Mereka yang sudah diamankan diantarannya, Mdb, Sfg, Hjrw, Pna, Tb, Am, Kmd, Atm, Hm. Sementara Smw masih dalam pengejaran dari tim penyidik.

Kasus yang mengerikan

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nagekeo, Maria Anjelina Sekke Wea mengatakan bahwa kasus persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh 10 pemuda di Kabupaten Nagekeo merupakan kasus yang sangat mengerikan yang terjadi di tahun 2022 ini.

Pasalnya, kasus tersebut menimpa satu orang korban yang masih 14 tahun dan dilakukan oleh sebanyak 10 orang pemuda.

“Menurut saya kasus ini merupakan kasus yang sangat mengerikan yang terjadi pada tahun 2022 ini karena satu korban, pelakunya 10 orang,” kata Anjelina kepada media ini saat ditemui di Polres Nagekeo, Selasa 8 Februari 2022.

Bagi Anjelina, kasus tersebut merupakan kasus yang sangat menyedihkan bagi kaum wanita karena dilaporkan tepat pada peringatan hari perempuan sedunia.

Anjelina mengatakan, kasus tersebut terjadi mungkin karena kenakalan para pelaku dan juga karena keterbatasan pengetahuan mereka sehingga mereka ikut melakukan tindakan pidana tersebut.

“Ini kan pelaku cerita. Jadi berantai. Menjadi satu kesatuan untuk melakukan kekerasan seksual ini. Tetapi beruntung mereka ini anak-anak yang jujur karena ketika ditanya mereka jawab dengan sinkron sehingga mudah bagi polisi melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Sejak kemarin, jelas Angelina, pihaknya sudah melaksanakan pendampingan terhadap korban. Pendampingan yang dilakukan mulai dari laporan kepada polisi dan pengambilan berita acara di kepolisian.

“Karena korban perempuan dibawah umur, jadi tidak mungkin kita biarkan dia sendirian. Supaya dia tidak jawab dalam tekanan,” terangnya.

Terkait masa depan pendidikan korban, jelas Anjelina, korban akan tetap sekolah sampai dengan ujian akhir dengan tetap memberikan pendampingan kepadanya.

“Kita jaga dia dibuli oleh teman-temannya, sehingga kita minta dengan komunitas sekolah supaya juga membantu melakukan pendampingan, ada guru BK dan kepala sekolah yang membantu mendampingi korban supaya dapat meminimalisir pembulian oleh sahabat-sahabatnya sendiri,” pungkasnya. ***

Berita Terkini