Dari Hafalan Al-Qur’an hingga Dongeng Islami, Santri Hidayatul Ilmi Tampil Memukau di Haflatul Imtihan

Suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflatul Imtihan PAUDQ, TKA dan TPA Hidayatul Ilmi yang digelar dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Sejak pagi hari, halaman dan lingkungan Masjid Hidayatul Ilmi dipadati oleh para wali santri, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias menyaksikan penampilan para santri dalam acara penutupan tahun ajaran tersebut.

Haflatul Imtihan, yang secara harfiah berarti “perayaan ujian”, menjadi momentum penting untuk menandai berakhirnya proses pembelajaran para santri sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas ilmu yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan.
Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung bagi lahirnya generasi muda Islam yang berani tampil, percaya diri, dan menunjukkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an.

Sepanjang acara, para santri menampilkan berbagai pertunjukan yang memukau. Mulai dari hafalan Al-Qur’an, pembacaan doa-doa harian, shalawat, dongeng Islami, hingga beragam kreativitas edukatif yang berhasil mengundang tepuk tangan dan haru dari para hadirin.
Tidak sedikit wali santri yang tampak terharu menyaksikan putra-putri mereka tampil dengan penuh percaya diri di hadapan ratusan penonton.

Ketua Yayasan Hidayatul Ilmi, Bapak Jajang, yang juga merupakan Ketua RT setempat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri, guru, dan orang tua yang telah bersama-sama mendukung proses pendidikan di Hidayatul Ilmi.

“Kepada para santri yang hari ini lulus, jagalah nama baik Hidayatul Ilmi di manapun berada. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan rencana besar pengembangan sarana pendidikan dan ibadah di lingkungan Hidayatul Ilmi.
Yayasan berencana membangun masjid menjadi dua lantai, dengan lantai atas difungsikan sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pembelajaran, sementara lantai bawah tetap digunakan sebagai tempat ibadah.

“Kami berharap bapak dan ibu dapat ikut menyosialisasikan pembangunan ini kepada keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun siapa saja yang ingin berinvestasi dalam amal jariyah.
Insya Allah setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, setiap ilmu yang diajarkan, akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM, H. Taryanto, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan Hidayatul Ilmi yang terus menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun.

Menurutnya, keberadaan Hidayatul Ilmi telah menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Beliau juga mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan mengikuti Imtihan.

“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi bekal kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, beliau mengutip pesan Imam Asy-Syafi’i yang sangat relevan dengan dunia pendidikan:

“Barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaknya dengan ilmu.”

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah yang akrab disapa Ummi Heni mengingatkan para santri agar terus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
Ia juga mengajak para wali santri dan masyarakat untuk turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan Islam melalui dukungan moral maupun materi.

Baginya, setiap bentuk bantuan yang diberikan kepada lembaga pendidikan merupakan investasi besar untuk masa depan generasi penerus umat.

Haflatul Imtihan tahun ini menjadi bukti bahwa Hidayatul Ilmi bukan sekadar tempat belajar membaca Al-Qur’an. Lembaga ini hadir sebagai rumah pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak mulia, membiasakan ibadah sejak dini, serta membangun karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, cerdas, dan bertanggung jawab.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran lembaga pendidikan seperti Hidayatul Ilmi menjadi harapan bagi para orang tua yang mendambakan putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan yang aman, religius, dan penuh kasih sayang.

Karena sejatinya, warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukanlah harta yang melimpah, melainkan pendidikan yang baik, akhlak yang mulia, dan kecintaan kepada Al-Qur’an.

Melalui semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, Hidayatul Ilmi terus melangkah untuk melahirkan generasi penerus yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga memperoleh kebahagiaan di akhirat.
Sebuah cita-cita mulia yang hanya dapat terwujud melalui sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap masa depan umat.

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini