Keracunan Massal Siswa: Bukti Gagalnya Pengawasan Program MBG KBB

KBB ,Karang Sari, 24 September 2023 –

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat kembali memicu sorotan tajam setelah ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor mengalami keracunan massal. Insiden ini menimbulkan kepanikan besar di kalangan orang tua dan masyarakat, mengingat jumlah korban terus bertambah dari berbagai desa.

 

Di Desa Karang Sari, tercatat 400 orang menjadi korban, dengan 40 siswa dirujuk ke RS Cililin untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, data resmi mencatat:

 

SPPG Maju Jaya Desa Neglasari: 681 korban (45 dirawat, 636 pulang/sembuh).

SPPG Makmur Jaya Desa Sirnagalih: 393 korban (12 dirawat, 381 pulang/sembuh).

SPPG Mekarmukti Desa Cihampelas: 184 korban (42 dirawat, 142 pulang/sembuh).

Korban juga tercatat dari Desa Sarinagen, Mekarsari, dan Girimukti, meski angka pastinya masih didata tim medis di lapangan.

Kepala Desa Karang Sari Angkat SuaraKepala Desa Karang Sari, Ade Bachtiar, meluapkan kekecewaannya atas lemahnya koordinasi dalam program MBG.

 

“Saya sangat prihatin dengan kejadian keracunan massal ini. Anak-anak kami menjadi korban. Sebagai Kepala Desa, saya merasa terpinggirkan karena tidak pernah dilibatkan dalam pengawasan program makanan sekolah. Padahal kami adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Ini harus menjadi momentum perbaikan sistem,” tegas Ade.

 

Sistem yang Gagal

Fakta bahwa pemerintah desa dan sekolah tidak dilibatkan dalam pengadaan, pengolahan, hingga pengawasan makanan menunjukkan adanya pengabaian struktural. Mereka yang seharusnya menjadi pelindung utama anak-anak justru dibuat tidak berdaya, sementara publik kehilangan kepercayaan terhadap program yang mestinya menjamin gizi generasi muda.

 

Pemerintah Daerah Diminta Bertindak

Pengelola dapur penyedia makanan dituntut bertanggung jawab penuh, baik secara hukum maupun moral. Di sisi lain, Bupati Bandung Barat didesak segera menghentikan distribusi MBG untuk sementara dan memerintahkan audit menyeluruh mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, sanitasi, hingga distribusi.

 

Desakan Evaluasi Total

Insiden ini memperlihatkan perlunya evaluasi total terhadap tata kelola MBG. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan dinas terkait dan pihak ketiga, melainkan harus melibatkan desa, sekolah, komite orang tua, dan unsur masyarakat secara transparan dan partisipatif.

 

Keselamatan anak-anak tidak boleh lagi dipertaruhkan. Mereka berhak mendapatkan gizi yang aman, sehat, dan layak — bukan menjadi korban dari sistem yang buruk.

 

Data Korban MBG di Cipongkor

Desa/Institusi Total Korban Dalam Perawatan Pulang/Sembuh

Karang Sari 400 , 40 , 360

Neglasari (SPPG Maju Jaya) 681, 45,636

Sirnagalih (SPPG Makmur Jaya) 393 ,12, 381

Cihampelas (SPPG Mekarmukti) 184 ,42, 142

Red Derry.

Berita Terkini