Bandung Barat , Buletinkompaspagi.id – Ruang Rapat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Senin (22/9/2025), mendadak berubah menjadi ruang penuh kehangatan sekaligus haru. Isak tangis kecil sesekali terdengar di sela tepuk tangan ketika Ricky Riyadi, sosok yang 14 tahun terakhir menahkodai Disperindag, resmi melepas jabatannya. Ia kini mendapat amanah baru sebagai Sekretaris DPRD KBB.
Dengan suara bergetar, Ricky menyampaikan kata perpisahan yang sederhana namun menyentuh hati.
“Empat belas tahun bukan waktu yang sebentar. Disperindag bukan sekadar kantor, tapi rumah kedua bagi saya. Teman-teman di sini sudah seperti keluarga,” ujarnya, menahan air mata.
Sosok Pemimpin yang Membekas
Di mata pegawai, Ricky bukan sekadar pimpinan, tetapi sahabat sekaligus sosok yang selalu ada di garis depan. Ia tak ragu turun ke pasar tradisional, memantau harga beras, cabai, hingga minyak goreng. Baginya, menjaga kestabilan harga bukan hanya kewajiban, tetapi pengabdian untuk rakyat kecil.
“Pengendalian inflasi dan distribusi barang pokok adalah tugas strategis. Tapi lebih dari itu, ini adalah komitmen moral saya kepada masyarakat Bandung Barat,” ucapnya.
Tegas, Tapi Karena Sayang
Meski dikenal tegas, Ricky menegaskan bahwa sikapnya lahir dari kecintaan pada lembaga dan orang-orang yang ia pimpin.
“Kalau marah, bisa dihitung dengan jari. Itu pun hanya untuk hal-hal prinsip yang bisa merusak marwah organisasi. Saya ingin Disperindag tetap dihormati, bukan dipandang sebelah mata,” tuturnya.
Kalimat itu seolah menegaskan filosofi kepemimpinannya: disiplin sebagai benteng, tapi kebersamaan sebagai pondasi.
Warisan yang Dititipkan
Menutup sambutannya, Ricky menundukkan kepala. Suaranya makin lirih, namun penuh ketulusan.
“Terima kasih untuk semua kebersamaan yang indah. Saya mohon maaf bila ada kata atau sikap yang kurang berkenan. Harapan saya sederhana: semoga kalian terus maju, terus berprestasi. Jika kalian sukses, itu juga kebahagiaan saya,” katanya, membuat suasana ruangan kembali larut dalam keharuan.
Melanjutkan Estafet
Kini, tongkat kepemimpinan berpindah ke tangan Tony Prihartoro. Dalam sambutannya, Tony menyampaikan rasa hormatnya pada Ricky yang dianggap meninggalkan teladan besar.
“Pak Ricky bukan hanya pemimpin, tapi juga guru bagi kami. Saya akan berusaha meneruskan kebaikan dan kinerja positif beliau, sembari menghadirkan inovasi baru untuk UMKM dan masyarakat Bandung Barat,” ungkap Tony penuh komitmen.
Perpisahan itu akhirnya menjadi penanda: bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan peralihan amanah yang sarat makna. Ricky meninggalkan jejak pengabdian, sementara Tony melanjutkan perjalanan dengan semangat baru.
Di antara senyum dan air mata, satu hal terasa jelas: kehangatan keluarga besar Disperindag akan selalu menjadi rumah yang tak pernah benar-benar ditinggalkan. Red Derry

