25 Siswa MTs Muslimin Cipongkor Kambuh Keracunan MBG, 11 Dirujuk ke RS Cililin

Bandung Barat – Polemik program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat kembali mencuat. Sebanyak 25 siswa MTs Muslimin Cipongkor yang sebelumnya dinyatakan sembuh dari keracunan, kembali mengalami gejala kambuh pada Senin (29/9).

 

Dari jumlah tersebut, 11 siswa dirujuk ke RS Cililin, dengan rincian 6 ditangani melalui BPJS dan 5 lainnya harus membayar secara mandiri. Sementara itu, 14 siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di Puskesmas Cipongkor.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, terutama setelah status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan MBG telah dicabut oleh Bupati Bandung Barat. Dengan pencabutan status KLB, biaya pengobatan sebagian korban kini ditanggung sendiri oleh keluarga.

Kepala MTs Muslimin Cipongkor, Zaenal Arif, M.Pd., menilai hal ini menambah beban psikologis dan ekonomi bagi orang tua. “Niat program MBG itu baik, tapi pelaksanaannya harus benar-benar menjamin keamanan pangan. Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan, semua korban seharusnya mendapat jaminan penuh tanpa dibedakan status BPJS atau umum,” ujarnya.

 

Program MBG yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi siswa kini justru menjadi sorotan. Publik mendesak pemerintah daerah untuk meninjau kembali pencabutan status KLB, mempertegas tanggung jawab pihak penyedia, serta memastikan evaluasi menyeluruh dengan hasil uji laboratorium yang transparan.

 

Tanpa langkah tegas, program MBG dikhawatirkan akan kehilangan kepercayaan masyarakat dan meninggalkan trauma bagi ribuan siswa yang menjadi korban.Red Derry.

Berita Terkini