Bandung Barat Luncurkan E-Survey Indeks Harmoni Indonesia 2026, Ukur Kerukunan Masyarakat

BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi memulai pengukuran tingkat kerukunan dan toleransi masyarakat melalui pengisian E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHai) Tahun 2026. Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2041 Tahun 2026, yang diterbitkan sebagai tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Polpum Kemendagri RI.

Pengukuran IHai 2026 ini memegang peranan penting dalam menilai harmonisasi sosial di Bandung Barat. Selain itu, data yang terkumpul akan menjadi acuan dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Tujuan pada Misi Ke-6 untuk mewujudkan visi daerah yang “AMANAH”.

Sekretaris Daerah KBB, Ade Zakir, S.T., M.AP, menginstruksikan seluruh jajaran kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa untuk bergerak aktif. Mereka diminta mengoordinasikan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayahnya masing-masing agar ikut berpartisipasi dalam survei ini.

Secara teknis, IHai 2026 mengukur empat dimensi utama kehidupan bermasyarakat dengan bobot penilaian sebagai berikut:

  1. Dimensi Ekonomi (Bobot 30%): Mengukur ketahanan pangan, ekonomi berkelanjutan, lapangan kerja, dan kewirausahaan.

  2. Dimensi Keberagamaan/Religius (Bobot 25%): Fokus pada moderasi beragama, toleransi, dan penguatan nilai religi.

  3. Dimensi Sosial (Bobot 23%): Menilai penguatan sosial serta peran perempuan, pemuda, dan komunitas marginal.

  4. Dimensi Budaya (Bobot 22%): Menyoroti pelestarian budaya lokal, akulturasi, dan keragaman budaya.

Untuk menghasilkan data yang inklusif dan objektif, pemerintah menargetkan responden dari berbagai profesi. Mulai dari ASN, TNI/Polri, anggota DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, wirausahawan, buruh, petani, ibu rumah tangga, hingga masyarakat yang sedang tidak bekerja.

Masyarakat Bandung Barat dapat mengisi survei ini secara daring mulai tanggal 17 Juni hingga 17 Juli 2026 melalui tautan resmi: https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihai. Partisipasi aktif warga sangat diharapkan demi terwujudnya Kabupaten Bandung Barat yang semakin rukun, toleran, dan harmonis.

Berita Terkini