Bandung, 8 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas angkatan mewarnai gelaran turnamen olahraga yang diselenggarakan Komunitas Salapanopat, wadah silaturahmi alumni SMA angkatan 1994 se-Jawa Barat.
Bertempat di Bisoc Padel Court, Batununggal, Kota Bandung, kegiatan yang berlangsung Pada hari Minggu, 7 Juni 2026 sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB ini sukses menghadirkan ratusan peserta dan pendukung dari berbagai angkatan lulusan SMA periode 1990 hingga 1999.
Komunitas yang dipimpin oleh Kiki Molko tersebut kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga hubungan baik antaralumni melalui kegiatan yang sehat, positif, dan penuh keakraban. Turnamen mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni Padel, Badminton, dan Biliar, yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat
Acara dibuka secara meriah oleh Dicky BJ, sosok pemandu acara yang sudah tidak asing lagi di lingkungan komunitas Salapanopat.
Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta dan tamu undangan berdiri bersama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai simbol persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Turnamen Luvvy Veder menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata soal mencari pemenang, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Luvvy juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, menghormati lawan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” tambahnya.

Turnamen kali ini mencatat antusiasme yang sangat tinggi.
Cabang olahraga Padel diikuti oleh 16 pasangan putra dan 12 pasangan putri, sementara cabang Badminton diikuti 21 pasangan putra dan 8 pasangan putri.
Adapun cabang Biliar menghadirkan persaingan sengit dengan jumlah peserta mencapai 64 orang.
Sepanjang hari, area pertandingan dipenuhi sorak sorai para pendukung yang datang memberikan semangat kepada rekan-rekan satu angkatan maupun lintas angkatan.
Teriakan dukungan, tepuk tangan, hingga canda tawa khas reuni alumni menciptakan suasana yang hidup dan penuh kehangatan.

Di arena padel dan badminton, para penonton tampak antusias mengikuti setiap pertandingan.
Tidak sedikit yang membawa atribut sederhana sebagai identitas angkatan mereka. Ketika pertandingan berlangsung ketat, suara dukungan bergemuruh memenuhi venue, menunjukkan kuatnya solidaritas dan rasa kebersamaan yang masih terjaga meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku sekolah.

Sementara itu, di arena biliar, para peserta saling beradu strategi dan ketenangan.
Setiap pukulan krusial selalu disambut decak kagum dan tepuk tangan dari penonton yang memadati area pertandingan.

Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, kegiatan ini menjadi ajang temu kangen dan memperkuat jaringan persahabatan antaralumni.
Banyak peserta yang memanfaatkan momen tersebut untuk bernostalgia, berbagi cerita kehidupan, hingga merencanakan berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Salapanopat kembali menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan tidak mengenal batas sekolah maupun angkatan.
Semangat “Ngariung, Ngahiji, Ngabalad” yang menjadi slogan komunitas terus hidup dan menjadi perekat bagi para alumni untuk tetap bersama, saling mendukung, dan menjaga silaturahmi dalam bingkai persahabatan yang kuat.
