Bandung – Dalam keluarga yang memiliki anak balita di rumah, mencari tahu cara membersihkan lantai dan kasur dari benda najis tentu sangat penting. Karena ada saatnya, situasi tidak melulu semulus jalan tol dan harapan para orang tua.
Misalnya, selepas mandi dan belum sempat memakaikan popok, anak justru pipis di lantai atau ketika masa toilet training anak justru pipis di kasur.
Dalam Islam, air kencing anak yang sudah makan dan minum masuk kategori najis mutawasitoh. Cara mensucikan najis kategori ini adalah mencucinya sampai hilang warnanya, baunya, dan rasanya.
Akan tetapi, sungguh merepotkan jika najis tersebut terdapat di kasur ataupun karpet yang tebal sehingga harus mencucinya sampai bersih. Artinya, kita membutuhkan tenaga yang ekstra untuk membersihkannya, belum lagi waktu yang dihabiskan untuk mengeringkannya.
Dalam buku Pedoman Fikih Ibadah Lengkap: Menjawab Persoalan Fikih Ibadah Sehari-hari oleh Ust. Deala Rosyida P ternyata ada cara yang mudah untuk membersihkan najis yang demikian. Jawabannya cukup dengan menghilangkan sifat-sifat najis itu lalu menuangkan air suci-menyucikan di atas area bekas najis. Perinciannya sebagai berikut.

Cara membersihkan najis kencing balita di kasur
1. Harus membuang najis (ompol) terlebih dahulu. Caranya dengan mengambil tisu dan meletakkannya di area najis untuk menyerap ompol tersebut. Lakukan berulang-ulang sampai terasa ompol sudah terserap ke tisu (cukup dengan memperkirakan, tidak perlu menjilat). Lalu, buang tisu yang terkena najis itu.
2. Pada tahap ini perlu untuk menggunakan sedikit air dan menggosok pada area najis, lalu keringkan kembali dengan tisu atau kain bersih lainnya.
3. Tuangkan air suci menyucikan pada area najis tersebut, maka sucilah kasur tersebut, meskipun air dalam kondisi menggenang di atasnya atau meresap ke dalam kasur.
Cara yang sama juga bisa dilakukan pada lantai, karpet, sofa, bantal dan lainnya. Jangan sampai, saat anak kencing di lantai, Anda justru langsung mengepel lantai tersebut dan seisi rumah. Repot dan melelahkan pastinya.
Menurut pengalaman penulis, cara yang sama juga bisa dilakukan agar najis tidak melebar ke tempat atau area yang lain. Misalkan, saat anak pipis di lantai, cara menyucikannya adalah sebagai berikut.

Cara menyucikan area terkena najis
- Tandai area najis tersebut dengan spidol
- Lalu angkat najisnya menggunakan tisu dan dibuang
- Percikkan sedikit air pada area yang telah dilingkari spidol, dan dilap kembali dengan tisu
- Tuang air suci-menyucikan dalam lingkaran spidol lalu łap dengan tisu atau kain bersih, lakukan beberapa kali sampai tidak tercium bau kencing tersebut.
Tentu cara ini bisa lebih menghemat tenaga dan hemat waktu, tanpa harus mengepel seluruh lantai rumah berkali-kali. ***
