SPPJJ Wilayah Tasikmalaya Sapu-Lobang Hotmix di Ruas Bts. Kota/Kab. Tasikmalaya (Cikunir) – Km 112+400

Tasikmalaya,buletinkompaspagi.id  | Tim Satuan Pelaksana Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah Tasikmalaya kembali turun ke lapangan menambal lubang di ruas Batas Kota/Kabupaten Tasikmalaya (Cikunir) – Tasikmalaya Km 112+400. Metode “sapu lobang” menggunakan hotmix dipilih karena terbukti cepat, efisien, dan mampu mengembalikan kenyamanan berkendara dalam hitungan jam.

 

Bima Lima” atau @bimalima.jabar merujuk pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, yang berfokus pada pemeliharaan jalan dan jembatan, khususnya di wilayah Tasikmalaya.

 

Tahap Pekerjaan (Step by Step) :

1. Keruk aspal rusak – permukaan yang retak/berlubang dipotong rapi untuk mencegah retakan merambat

2. Pembersihan kompresor – debu dan kerikil ditiup menggunakan kompresor udara agar hotmix menempel sempurna

3. Prime coat (lem perekat) – lapisan aspal cair disemprotkan tipis sebagai “perekat” antara struktur lama dan lapisan baru.

4. Pengisian hotmix manual – campuran aspal panas dituangkan lalu diratakan kru lapangan

5. Pemadatan alat berat – baby-roller/plate-compactor menekan permukaan hingga padat dan rata, siap dilalui kendaraan

 

“Target kami bukan sekadar menutup lubang, tetapi memastikan jalan provinsi tetap prima menjelang musim hujan. Begitu laporan kerusakan masuk, maksimal 24 jam kami eksekusi,” ujar Koordinator SPPJJ Wilayah Tasikmalaya.

 

Keselamatan meningkat: lubang yang dalam sehari-hari menjadi ancaman pengendara kini tertutup mulus.

 

Lalu lintas lancar: penutupan separuh badan jalan hanya berlangsung singkat; arus kendaraan kembali normal setelah pemadatan akhir.

 

Efisiensi biaya: perbaikan dini mencegah kerusakan struktural lebih besar yang memerlukan overlay tebal di kemudian hari.

 

Warga sekitar turut memantau proses, bahkan beberapa pengemudi ojek online berinisiatif mengarahkan lalu-lintas saat alat berat bekerja. “Lebih baik macet sebentar daripada jatuh kena lubang,” ujar warga Cikunir.

 

Program pemeliharaan rutin ini sejalan dengan kebijakan Dinas Bina Marga & Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat yang menempatkan “Zero Pothole” di jalur provinsi sebagai prioritas 2025. Setiap pekan, tim SPPJJ memetakan titik kerusakan prioritas menggunakan aplikasi pelaporan internal dan masukan warga di kanal media sosial resmi.

Red * Eddy S *

Berita Terkini