Sosialisasi Bahaya dan Dampak Pergaulan Bebas dilingkungan kecamatan Rancasari

Pemerintah Kecamatan Rancasari Kota Bandung mengadakan Sosialisari Bahaya dan DAmpak Dari Pergaulan bebas bagi Peserta Didik SMAN 25 Kota Bandung dalam rangak upaya memeberikan komunikasi, informasi dan edukasi dalam pencegahan pergaulan bebas dikalangan remaja.

Pergaulan bebas dapat memiliki dampak psikologis yang serius pada remaja. Mereka mungkin mengalami stres, kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri akibat tekanan sosial, rasa bersalah, atau penolakan dari teman-teman atau masyarakat

Bahaya pergaulan bebas merupakan salah satu tujuan dilakukannya pendidikan seksual dini. Meski masih sering dianggap tabu, pendidikan seks pada anak sangat berguna untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual, bahkan kehamilan yang tidak direncanakan.

Pergaulan bebas dapat diartikan sebagai perilaku bergonta-ganti pasangan seksual tanpa didasari ikatan pernikahan. Pergaulan bebas, termasuk di kalangan remaja, terjadi karena kemajuan teknologi yang dengan mudah memberikan informasi seputar seks.

emaja saat ini tidak lagi hanya melihat foto, video, atau cerita tertulis dengan lebih mudah. Mereka juga bisa dengan mudah melakukan chatting seksual (sexting), video call sex, bahkan mencari pasangan seks melalui media sosial.

Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja. Yuk, ketahui apa saja dampak dan cara mencegah bahaya pergaulan bebas yang dapat mengintai para remaja.

Penyebab dan Dampak Pergaulan Bebas pada Remaja

Remaja memiliki risiko yang tinggi untuk terjerat pergaulan bebas. Hal ini karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar terhadap hal-hal baru, termasuk hubungan seksual.

Tanpa adanya edukasi yang cukup dari orang tua, rasa ingin tahu ini dapat membuat remaja mencoba untuk mencari tahu sendiri hal-hal tersebut. Dampaknya, peluang remaja untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas pun makin besar.

Dampak dan bahaya pergaulan bebas tidak bisa disepelekan. Ada berbagai bahaya yang mengintai remaja jika mereka terjerumus ke dalam pergaulan bebas, antara lain:

Tertular infeksi menular seksual

Remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas lebih rentan untuk tertular penyakit menular seksual. Apalagi jika kerap bergonta-ganti pasangan. Makin sering seseorang bergonta-ganti pasangan, makin besar risikonya untuk terkena infeksi menular seksual, seperti HIV/AIDS dan sifilis.

Selain kebiasan bergonta-ganti pasangan, hubungan sesama jenis, penggunaan jarum suntik bergantian, berhubungan seksual dengan pekerja prostitusi, dan kesalahan dalam pemakaian kondom juga dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi menular seksual.

Terkena penyakit kanker

Bahaya pergaulan bebas berikutnya yang mungkin terjadi adalah terkena penyakit kanker. Wanita yang sering bergonta-ganti pasangan lebih berisiko mengalami kanker serviks.

Orang yang sering melakukan seks oral juga berisiko untuk terkena kanker mulut dan kanker tenggorokan. Semntara itu, orang yang sering melakukan seks anal memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker anus.

Kehamilan yang tidak diinginkan

Pergaulan bebas juga akan meningkatkan risiko kehamilan remaja yang tidak diinginkan, yang berujung pada aborsi maupun pernikahan di usia muda atau pernikahan dini. Kehamilan saat remaja membutuhkan perhatian yang khusus, karena ada beragam komplikasi kehamilan usia muda yang dapat membahayakan nyawa sang ibu dan anak.

Selain itu, bahaya pergaulan bebas juga berdampak pada psikologis dan masa depan anak yang dilahirkan. Demi masa depan remaja dan calon anak, perlu dilakukan upaya pencegahan yang tepat.

Berita Terkini