NGAMPRAH – Ada yang berbeda dari peringatan HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Lapangan Plaza Mekarsari, Jumat (19/6/2026). Tidak ada pesta pora berlebihan. Pemerintah daerah memilih jalur khidmat dan bersahaja sebagai penanda bahwa kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Bandung ini telah beranjak dewasa.
“Kita merayakannya tidak berlebihan,” ujar Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Alih-alih menguras APBD untuk hiburan, Pemkab KBB memilih menggandeng sponsor pihak ketiga jika nantinya ingin menyajikan panggung hiburan bagi masyarakat.
Kedewasaan ini tidak hanya tecermin dari efisiensi acara, tetapi juga dari sikap realistis sang kepala daerah. Di tengah rentetan prestasi makro—seperti pertumbuhan ekonomi 2025 yang tumbuh 5,28 persen, penurunan kemiskinan ke angka 9,87 persen, hingga capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menembus 98,50 persen—Bupati Jeje tidak menutup mata terhadap kekurangan jajarannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa layanan publik dan penanganan infrastruktur masih harus diakselerasi demi memenuhi ekspektasi warga.
Kendati demikian, perbaikan infrastruktur terus berjalan nyata, salah satunya lewat penanganan 36,858 kilometer jalan yang membuat tingkat jalan mantap di KBB kini mencapai 78,80 persen. Kado paling dinanti pada hari jadi ini justru datang dari sektor religi, dengan disahkannya Perbup tentang Produk Pesantren yang akan menjamin kesejahteraan guru ngaji dan keberlanjutan program keagamaan di Bandung Barat.
