BAZNAS RI Bekerja Sama dengan Yayasan Adh-Dhiya dan LPMQ Kemenag RI Selenggarakan Program Pengimbasan Training of Trainer Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025

BAZNAS RI Bekerja Sama dengan Yayasan Adh-Dhiya dan LPMQ Kemenag RI Selenggarakan Program Pengimbasan Training of Trainer Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025

Bandung Barat, buletin kompas pagi.id 27–28 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong inklusivitas pendidikan Al-Qur’an melalui kerja sama dengan Yayasan Adh-Dhiya dan LPMQ Kementerian Agama RI, dengan menyelenggarakan Program Pengimbasan Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Adh-Dhiya, Kabupaten Bandung Barat ini diikuti 34 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat, meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, serta Kabupaten Cirebon. Para peserta merupakan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang aktif mendidik siswa berkebutuhan khusus, khususnya anak-anak tunarungu.

Sebagai penyelenggara, Ketua Yayasan Adh-Dhiya, Cecep Ghozali Rahmatulloh, S.Pd.I, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ikhtiar memperluas akses belajar Al-Qur’an yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari cahaya Al-Qur’an hanya karena keterbatasan. Program ini tentang kesetaraan akses dan kemuliaan belajar,” ujarnya.

Dari BAZNAS RI Jakarta, hadir langsung tim monitoring dan pendampingan untuk memastikan mutu program berjalan sesuai tujuan yaitu Indah Setyorini

Program ini menghadirkan Ustadz Al Islambad, S.Pd.I (Ustadz Dadial) seorang ustadz tunarungu sebagai narasumber utama Pengajaran Al-Qur’an Isyarat, didampingi oleh fasilitator berpengalaman yang terdiri dari:
1. Sri Agustini Joekanan — Ketua APDL (Aliansi Perempuan Disabilitas & Lansia)
2. Fatimah Azzahra, S.Kom — Guru SLB Rama Sejahtera Cipatat
3. Nurhayati, S.Pd — Guru SLB Bina Widya Batujajar Bu

Kegiatan juga didukung oleh dua Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Pusat Layanan JBI, yaitu Indah Ristiani, S.Pd dan Rizwan Hermawan, S.Tr.Kom, yang menjembatani komunikasi antara isyarat dan lisan secara simultan.

Dampak Nyata dan Keberlanjutan

Melalui program ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Diharapkan, lulusan ToT akan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing, menyebarluaskan metode Al-Qur’an isyarat agar semakin banyak anak tunarungu yang dapat mengaji dan memahami kandungan Al-Qur’an.

Program Pengimbasan ToT ini menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS RI, lembaga pendidikan, dan komunitas disabilitas dalam memperkuat dakwah inklusif dan pendidikan Al-Qur’an yang berkeadilan.
Red * Kusmawan *

Berita Terkini