KBB , timesjurnalis.id \ Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan Iskandar, SE, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan mark-up dalam pengadaan layar interaktif senilai Rp 11,5 miliar.
Yoppie menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah dirancang berdasarkan spesifikasi teknis yang dibutuhkan serta merujuk pada harga pasar yang wajar. “Pengadaan ini dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum, berdasarkan Perpres No. 12 Tahun 2021 dan regulasi LKPP terkait pengadaan barang/jasa,” ujarnya .
Dalam rilis yang diterima redaksi Siliwangi Post pada 17 Oktober 2024.Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bandung Barat dalam mendorong terwujudnya konsep Smart City yang berkelanjutan. Salah satu pilar pentingnya adalah peningkatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sebanyak 46 unit layar interaktif telah didistribusikan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan di wilayah KBB. Perangkat ini mengusung spesifikasi tinggi, seperti layar sentuh kapasitif beresolusi 4K, serta fitur-fitur pendukung lainnya untuk menunjang pelayanan publik yang lebih efisien dan digital.“Setiap perangkat telah melalui uji kelayakan dan dipastikan berfungsi baik sebelum digunakan,” tambah Yoppie.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak OPD menyampaikan respons positif karena layar interaktif ini sangat membantu dalam menjalankan tugas sehari-hari.Lebih dari sekadar alat bantu, layar interaktif ini juga digunakan untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga literasi digital dan mitigasi bencana.Diskominfotik KBB juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses pengadaan agar anggaran daerah digunakan secara transparan dan akuntabel.
“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik yang membangun demi kemajuan KBB,” pungkas Yoppie.Dengan hadirnya teknologi ini, Pemkab Bandung Barat menunjukkan langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan inklusif. Ke depan, diharapkan digitalisasi ini dapat terus berkembang demi mewujudkan Bandung Barat yang cerdas, inovatif, dan berkelanjutan. Sumber : Diskominfotik

