Milangkala ke-8 GPMPP Putra Layang Pusaka: Menjaga Warisan, Mempererat Persaudaraan

Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya kembali bergema di Kabupaten Bandung melalui syukuran Milangkala ke-8 Paguron Gadjah Putih Putra Layang Pusaka (GPMPP PLP).
Bertempat di Kampung Leuwidulang, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Minggu (8/2/2026), acara berlangsung khidmat, hangat, dan penuh rasa persaudaraan khas dunia pencak silat.

Milangkala ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia paguron, melainkan momentum penting untuk memperteguh komitmen para pesilat dalam menjaga nilai luhur tradisi.
Sejak awal kegiatan, suasana kekeluargaan terasa begitu kuat, memperlihatkan bahwa pencak silat adalah ruang persatuan, pendidikan karakter, sekaligus kebanggaan budaya.

Ketua Umum GPMPP Putra Layang Pusaka, Jajang Nurdiansyah, hadir langsung bersama para tokoh dan perwakilan satuan latihan.
Di antaranya Iyank Airlangga (Satlat Baleendah), Yopi Aditya (Satlat Pameungpeuk), M. Rijal Kusuma (Satlat Bojongsoang), Yadin Khairudin (Satlat Jagabaya–Banjaran), Ate (Humas Satlat Pangalengan), serta Dudi Jaenudin dari Paguron Kuta Galuh Bandung.
Kehadiran lintas satlat ini semakin memperkuat semangat persaudaraan antar pesilat.

Dalam sambutannya, Jajang Nurdiansyah menegaskan bahwa kekuatan sebuah paguron terletak pada soliditas dan konsistensi dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Ia berharap GPMPP Putra Layang Pusaka terus berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Milangkala ke-8 ini menjadi pengingat bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, melainkan jati diri dan kebanggaan yang harus dijaga bersama.
Dari kebersamaan yang terjalin, lahir semangat baru untuk terus merawat tradisi dan memperkuat persatuan para pesilat demi masa depan budaya Indonesia.

Berita Terkini