Dari keterangan Iyan Sopyan, perwakilan Ojol Bandung Raya mengungkapkan kronologi awal sebelum kericuhan dengan debt collector pecah, awalnya gara-gara ada motor milik seorang ojol yang ditarik paksa oleh kelompok debt collector.

Karena tak kunjung menemui kata sepakat, semakin banyak pengemudi ojol yang datang ke lokasi Hegarmanah. Tiba-tiba, menurut Iyan ada beberapa orang yang terpancing emosi dan membuat situasi jadi memanas.
Bahkan kata Iyan, dirinya melihat beberapa orang debt collector membawa senjata tajam saat perselisihan mulai terjadi.
“Akhirnya ojol makin banyak, tiba tiba mungkin semua tersulut yang ada di tkp pas dibuka gerbang kantornya, mereka sudah bersenjata tajam,” ujarnya.
Akibat keributan itu, ada sejumlah pengemudi ojol yang mengalami luka-luka. Tidak hanya itu, sepeda motor yang ada di lokasi juga rusak. “Betul, ada pembacokan itu di korban sekitar 9 orang. motor yang rusak sekitar 23 unit,” tutur Iyan.
Usai kejadian itu, Iyan mewakili komunitas ojol di Bandung Raya meminta kepolisian untuk memberantas aksi premanisme seperti debt collector yang kerap membuat resah masyarakat. Dia juga menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Tuntutan kita untuk memproses keseriusan kepolisian, Polrestabes Bandung itu untuk memproses masalah ini, dan kita sekali lagi tidak ada damai,” tegasnya.

Polisi sudah melakukan tindakan atas keributan tersebut. Sejumlah orang diduga debt collector diamankan. Setidaknya ada 5 orang yang diamankan polisi.
“Masih dalam proses penyidikan nanti dari Reskrim yang menjelaskan. Sampai sekarang kita tahu ada 3-5 orang sudah ada di Reskrim,” pungkasnya. **Dian Firmansyah**
