Satukan Komunitas, Koperasi, Pegiat Lingkungan, dan Pelaku UMKM untuk Pemulihan Ekosistem Pesisir dan Masa Depan Generasi Mendatang

Tangerang – Komitmen bersama untuk memulihkan dan melindungi ekosistem pesisir utara Provinsi Banten semakin menguat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) Persiapan Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Mangrove yang berlangsung di kawasan Mangrove Pulo Cangkir (MAPUCA), Kabupaten Tangerang. Kamis (5/11/2026)

RAKER ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, membangun sinergi, serta merumuskan langkah konkret berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan gerakan penghijauan pesisir yang direncanakan membentang dari kawasan Kosambi, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, hingga Merak, Kota Cilegon.

Gerakan ini tidak sekadar menargetkan penanaman satu juta pohon mangrove, tetapi juga membawa misi besar dalam pemulihan ekosistem pesisir, penguatan edukasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan inovasi produk turunan mangrove.

Dalam pemaparannya, H. Ma’mun Muzaki menyampaikan bahwa Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Mangrove akan dilaksanakan melalui pembagian 12 klaster penanaman yang tersebar di sepanjang wilayah pesisir utara Banten.
Menurutnya, pembentukan klaster merupakan strategi untuk mempermudah koordinasi, mengoptimalkan sumber daya manusia, serta memastikan proses penanaman dan pemeliharaan mangrove dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

“Gerakan ini harus dipersiapkan secara matang, terorganisasi, dan melibatkan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dua belas klaster diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan target satu juta pohon mangrove,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam menjaga kelangsungan hidup tanaman tersebut.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari sektor koperasi. Ketua Koperasi Sitama Citra Nusantara Maju, Risma Sitorus, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mengambil bagian dalam kolaborasi lintas organisasi demi menyukseskan program penghijauan pesisir Banten.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong gerakan sosial dan ekonomi masyarakat agar dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Kami siap mendukung dan berkolaborasi agar kegiatan ini dapat terwujud. Harapannya, gerakan ini menjadi investasi lingkungan bagi masa depan dan generasi yang akan datang,” ungkap Risma.

Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya komunitas pemerhati lingkungan.

Dukungan konkret juga disampaikan melalui Pataya Ketua Komunitas Lingkungan Hidup Tunas Harapan, Kemiri, Kabupaten Tangerang.
Pihaknya menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan pembibitan, mulai dari penyediaan benih dan bibit mangrove, polybag, hingga fasilitas pendukung penyemaian berupa greenhouse. Saat ini, komunitas tersebut telah memiliki sekitar 20.000 bibit mangrove hasil penyemaian yang dipersiapkan di fasilitas pembibitan kawasan pesisir Kemiri. Kesiapan tersebut menjadi modal awal yang penting dalam mendukung kebutuhan bibit untuk pelaksanaan gerakan penanaman secara bertahap.
“Persiapan pembibitan menjadi bagian penting agar gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman. Ketersediaan bibit dan kesiapan fasilitas harus terus diperkuat,” demikian disampaikan dalam pemaparan dukungan komunitas.

Ade Prihatin dari KSM Kronjo Hijau menegaskan bahwa gerakan penanaman mangrove harus menjadi misi bersama yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekaligus masyarakat pesisir.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak boleh hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, melainkan juga dari tingkat keberhasilan tumbuh, pemeliharaan, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
Ia juga mendorong agar gerakan lingkungan tersebut berjalan seiring dengan penguatan sektor UMKM lokal, khususnya usaha masyarakat pesisir, petani tambak, dan nelayan.
Potensi ekonomi yang dapat dikembangkan antara lain budidaya ikan, udang, hasil perikanan, serta berbagai produk olahan berbasis sumber daya lokal.
“Jangan sampai kita hanya berbicara tentang menanam pohon, tetapi melupakan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Mangrove harus mampu menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Sementara itu, H. Makdis Adhari biasa akrab di sapa H. Heru dari Mangrove Pulo Cangkir (MAPUCA) yang tergabung dari Lapisan Komunitas (Konsorsium Landscape Mangrove) menyoroti pentingnya pengembangan inovasi dan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi sumber daya mangrove menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, mangrove memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari makanan ringan, minuman, olahan tinta, sabun, kerajinan tangan (handicraft), hingga produk kreatif lainnya sesuai jenis mangrove dan ketentuan pengolahan yang berlaku.

Pengembangan produk tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM di kawasan pesisir.

“Potensi mangrove tidak boleh hanya dilihat dari fungsi ekologisnya. Kita juga harus mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistemnya,” tuturnya.

Selain pengembangan produk UMKM, MAPUCA juga mendorong pembangunan taman edukasi hutan mangrove sebagai pusat pembelajaran, penelitian, wisata edukasi, dan pengenalan ekosistem pesisir kepada generasi muda.
Ia berharap kawasan MAPUCA dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, kementerian terkait, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya dengan tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan kawasan.

Dari sisi kebijakan lingkungan, Kurtubi, praktisi sekaligus pegiat lingkungan Provinsi Banten, menekankan pentingnya dukungan regulasi daerah untuk memperkuat perlindungan kawasan mangrove.

Ia mendorong pemerintah daerah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan agar menginisiasi pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Hutan Mangrove di Provinsi Banten.

Menurutnya, gerakan penanaman harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan kepastian perlindungan terhadap kawasan mangrove, termasuk pengendalian kerusakan lingkungan, rehabilitasi pesisir, dan pengawasan pemanfaatan kawasan.

“Penanaman mangrove merupakan langkah penting, tetapi perlindungannya juga harus diperkuat melalui regulasi. Kita membutuhkan payung hukum yang jelas agar keberadaan hutan mangrove di Banten dapat dijaga secara berkelanjutan,” tegas Kurtubi.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga gerakan masyarakat memiliki dukungan kebijakan yang kuat.

Melalui RAKER di MAPUCA, seluruh unsur yang terlibat berkomitmen membangun gerakan kolaboratif yang melibatkan komunitas lingkungan, koperasi, kelompok swadaya masyarakat, pelaku UMKM, nelayan, petani tambak, dunia pendidikan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Gerakan ini diarahkan pada tiga pilar utama:
1. Pemulihan dan Perlindungan Lingkungan. Memperkuat ekosistem mangrove, mengurangi risiko abrasi, melindungi habitat biota laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
2. Edukasi dan Regenerasi Lingkungan. Membangun kesadaran masyarakat, memperluas pendidikan lingkungan, serta menghadirkan taman edukasi mangrove sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda.
3. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Mengembangkan inovasi produk turunan mangrove, memperkuat UMKM, meningkatkan potensi usaha perikanan, dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
4. Satu Juta Mangrove, Dua Belas Klaster, Satu Komitmen untuk Banten

RAKER persiapan ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun gerakan lingkungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki keberlanjutan dan manfaat nyata.

Mangrove bukan sekadar tumbuhan yang hidup di kawasan pantai. Keberadaannya merupakan benteng alami pesisir, pelindung keanekaragaman hayati, penyerap karbon, sekaligus sumber potensi ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bijaksana.
Seluruh pihak berharap Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Mangrove di pesisir utara Banten dapat menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh, meluas, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Menutup rangkaian pembahasan, semangat kolaborasi yang dibangun dalam RAKER MAPUCA diharapkan menjadi komitmen nyata seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. (*)

Satu Juta Mangrove, Dua Belas Klaster Gerakan, Satu Tujuan: Menjaga Pesisir Banten untuk Masa Depan Generasi Mendatang.
SALAM LESTARI! ***

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

https://kominfo.belukab.go.id/

https://www.kampunginggris.id/

https://jhpartners.net/

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

informasi terbaru kabupaten belu 00000131

informasi terbaru kabupaten belu 00000132

informasi terbaru kabupaten belu 00000133

informasi terbaru kabupaten belu 00000134

informasi terbaru kabupaten belu 00000135

informasi terbaru kabupaten belu 00000136

informasi terbaru kabupaten belu 00000137

informasi terbaru kabupaten belu 00000138

informasi terbaru kabupaten belu 00000139

informasi terbaru kabupaten belu 00000140

informasi terbaru kabupaten belu 00000141

informasi terbaru kabupaten belu 00000142

informasi terbaru kabupaten belu 00000143

informasi terbaru kabupaten belu 00000144

informasi terbaru kabupaten belu 00000145

informasi terbaru kabupaten belu 00000146

informasi terbaru kabupaten belu 00000147

informasi terbaru kabupaten belu 00000148

informasi terbaru kabupaten belu 00000149

informasi terbaru kabupaten belu 00000150

informasi terbaru kabupaten belu 00000151

informasi terbaru kabupaten belu 00000152

informasi terbaru kabupaten belu 00000153

informasi terbaru kabupaten belu 00000154

informasi terbaru kabupaten belu 00000155

informasi terbaru kabupaten belu 00000156

informasi terbaru kabupaten belu 00000157

informasi terbaru kabupaten belu 00000158

informasi terbaru kabupaten belu 00000159

informasi terbaru kabupaten belu 00000160

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

artikel 88666670411

artikel 88666670412

artikel 88666670413

artikel 88666670414

artikel 88666670415

artikel 88666670416

artikel 88666670417

artikel 88666670418

artikel 88666670419

artikel 88666670420

artikel 88666670421

artikel 88666670422

artikel 88666670423

artikel 88666670424

artikel 88666670425

artikel 88666670426

artikel 88666670427

artikel 88666670428

artikel 88666670429

artikel 88666670430

artikel 88666670431

artikel 88666670432

artikel 88666670433

artikel 88666670434

artikel 88666670435

artikel 88666670436

artikel 88666670437

artikel 88666670438

artikel 88666670439

artikel 88666670440

artikel 88666670441

artikel 88666670442

artikel 88666670443

artikel 88666670444

artikel 88666670445

artikel 88666670446

artikel 88666670447

artikel 88666670448

artikel 88666670449

artikel 88666670450

artikel 88666670451

artikel 88666670452

artikel 88666670453

artikel 88666670454

artikel 88666670455

artikel 88666670456

artikel 88666670457

artikel 88666670458

artikel 88666670459

artikel 88666670460

artikel 88666670461

artikel 88666670462

artikel 88666670463

artikel 88666670464

artikel 88666670465

artikel 88666670466

artikel 88666670467

artikel 88666670468

artikel 88666670469

artikel 88666670470

artikel 88666670471

artikel 88666670472

artikel 88666670473

artikel 88666670474

artikel 88666670475

artikel 88666670476

artikel 88666670477

artikel 88666670478

artikel 88666670479

artikel 88666670480

artikel 88666670481

artikel 88666670482

artikel 88666670483

artikel 88666670484

artikel 88666670485

artikel 88666670486

artikel 88666670487

artikel 88666670488

artikel 88666670489

artikel 88666670490

artikel 88666670491

artikel 88666670492

artikel 88666670493

artikel 88666670494

artikel 88666670495

artikel 88666670496

artikel 88666670497

artikel 88666670498

artikel 88666670499

artikel 88666670500

artikel 88666670501

artikel 88666670502

artikel 88666670503

artikel 88666670504

artikel 88666670505

artikel 88666670506

artikel 88666670507

artikel 88666670508

artikel 88666670509

artikel 88666670510

artikel 98666670511

artikel 98666670512

artikel 98666670513

artikel 98666670514

artikel 98666670515

artikel 98666670516

artikel 98666670517

artikel 98666670518

artikel 98666670519

artikel 98666670520

artikel 98666670521

artikel 98666670522

artikel 98666670523

artikel 98666670524

artikel 98666670525

artikel 98666670526

artikel 98666670527

artikel 98666670528

artikel 98666670529

artikel 98666670530

artikel 98666670531

artikel 98666670532

artikel 98666670533

artikel 98666670534

artikel 98666670535

artikel 98666670536

artikel 98666670537

artikel 98666670538

artikel 98666670539

artikel 98666670540

artikel 98666670541

artikel 98666670542

artikel 98666670543

artikel 98666670544

artikel 98666670545

artikel 98666670546

artikel 98666670547

artikel 98666670548

artikel 98666670549

artikel 98666670550

artikel 186666700001

artikel 186666700002

artikel 186666700003

artikel 186666700004

artikel 186666700005

artikel 186666700006

artikel 186666700007

artikel 186666700008

artikel 186666700009

artikel 186666700010

artikel 186666700011

artikel 186666700012

artikel 186666700013

artikel 186666700014

artikel 186666700015

artikel 186666700016

artikel 186666700017

artikel 186666700018

artikel 186666700019

artikel 186666700020

artikel 186666700021

artikel 186666700022

artikel 186666700023

artikel 186666700024

artikel 186666700025

artikel 186666700026

artikel 186666700027

artikel 186666700028

artikel 186666700029

artikel 186666700030

artikel 186666700031

artikel 186666700032

artikel 186666700033

artikel 186666700034

artikel 186666700035

artikel 186666700036

artikel 186666700037

artikel 186666700038

artikel 186666700039

artikel 186666700040

artikel 186666700041

artikel 186666700042

artikel 186666700043

artikel 186666700044

artikel 186666700045

artikel 186666700046

artikel 186666700047

artikel 186666700048

artikel 186666700049

artikel 186666700050

news-1701