BANDUNG BARAT — Guna mencetak tenaga kerja yang unggul dan siap pakai, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat Kemnaker RI dalam sebuah kolaborasi strategis. Kemitraan ini dihadirkan untuk mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di pasar kerja yang kian kompetitif.
Melalui sinergi ini, para pencari kerja di Bandung Barat dapat mengakses berbagai program upskilling dan reskilling berbasis kompetensi. Pelatihan memanfaatkan workshop modern, peralatan standar industri, serta instruktur tersertifikasi di berbagai kejuruan prioritas—mulai dari teknik otomotif, manufaktur, pengelasan, TIK, hingga tata boga dan bisnis kreatif.
Langkah ini menjadi solusi nyata Pemkab KBB dalam mengatasi persoalan mismatch atau ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja lokal dengan kualifikasi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Di akhir masa pelatihan, para peserta dibekali uji kompetensi untuk mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tak berhenti di ruang kelas, kerja sama terpadu ini juga menjangkau fasilitasi program magang industri, penyaluran kerja, hingga inkubasi wirausaha bagi lulusan yang ingin membuka lapangan usaha sendiri. Lewat penguatan peran BPVP, Pemkab Bandung Barat optimistis dapat menekan angka pengangguran terbuka sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
